Konsep dasar suatu bangsa, konsep Dasar budaya, pendidikan komparatif sebagai studi antar bangsa dan budaya

Konsep dasar suatu bangsa, konsep Dasar budaya, pendidikan komparatif sebagai studi antar bangsa dan budaya


Latar Belakang Masalah

Pendidikan komparatif juga ikut mendorong kepada banyak pihak untuk melakukan kajian-kajian tidak hanya pada tataran penyelenggaraan sistem-sistem pendidikannya semata, tetapi juga kajian aspek kehidupan di luar pendidikan dalam suatu bangsa. Pengkajian aspek kehidupan seperti ekonomi, politik, sosial, agama, sejarah, dan budaya suatu bangsa yang memiliki pengaruh kuat terhadap terwujudnya potret penyelenggaraan sistem-sistem pendidikan, amat penting untuk dilakukan. Sebagaimana disebutkan IL. Kandel bahwa studi pedidikan di suatu bangsa hendaknya juga mempelajari latarbelakang sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaannya.


Konsep Dasar Bangsa

Bangsa (nation) menurut beberapa ilmuwan sosial diartikan sebagai pengelompokan masyarakat atas dasar-dasar-tertentu. Pengelompokan masyarakat tersebut sangat bervariasi dari yang jumlah warganya banyak sampai pada jumlah warganya sedikit. Bangsa yang jumlah warganya terkadang terbagi-bagi lagi ke dalam beberapa kelompok suku bangsa. Masing-masing suku bangsa memiliki antara satu bahasa, adat istiadat, mata pencaharian, pola asuh, dan kebiasaan-kebiasaan budaya lainnya. Bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa, masing-masing suku bangsa memiliki bahasa daerah, kebiasaan, adat atau tradisi lokal, makanan, dan pakaian. Menurut Pendapat Ben Anderson (1991) seorang ilmuwan politik, melihat keberadaan bangsa secara berbeda. Menurutnya, bangsa merupakan komunitas politik yang dibayangkan (imagined political community) dalam wilayah yang jelas batasnya dan berdaulat. Menurut ilmuwan ini, dinyatakan sebagai komunitas politik karena bangsa yang kecil sekalipun para warganya tidak saling kenal satu sama lain; Disebut sebagai hal yang dibayangkan karena bangsa yang besar sekalipun selalu memiliki batas-batas wilayah yang jelas.


Konsep Dasar Budaya

Konsep budaya dan kebudayaan berasal dari kata Sansckerta yaitu buddbayah bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal. Pendapat lain menyebutkan bahwa konsep budaya dan kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi berarti akal sedangkan daya berarti upaya upaya. Dengan demikian secara etimologis kata kebudayaan diartikan: halhal yang berkaitan dengan akal budi manusia (Koentjaraningrat, 1990).

Peradaban (civilization) diartikan sebagai bagian unsur kebudayaan yang sifatnya halus, maju, dan indah seperti kesopanan pergaulan, keindahan kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

PENDIDIKAN KOMPARATIF SEBAGAI STUDI ANTAR BANGSA DAN BUDAYA

Penjelasan sebelumnya menyebutkan bahwa studi tentang sistem pendidikan pada suatu bangsa akan selahu dikaitkan dengan latar belakang dimana sistem pendidikan tersebut diselenggarakan. Latar belakang penyelenggaraan sistem pendidikan berupa keadaan historis, politis, ckonomis, dan sosiologis dari suatu bangsa penyelenggara. Antara sistem pendidikan yang dilaksanakan oleh suatu bangsa dengan keadaan bangsa tersebut adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Oleh karenanya ilmuwan pendidikan komparatif telah memastikan dirinya sebagai pihak yang selalu melakukan studi keberadaan bangsa-bangsa di dunia.

Dengan mempelajari sistem pendidikan beserta keseluruhan aspek kehidupan yang mempengaruhinya dalam suatu bangsa, maka pendidikan komparatif juga telah mendorong berkembangnya studi-studi tentang bangsa beserta segenap aspek kehidupannya. Namun yang lebih spesifik bagi pendidikan komparatif dalam melakukan studi pendidikan perbandingan antarbangsa adalah studi keterkaitan pendidikan dengan aspek-aspek kehidupan lain.

Studi pendidikan komparatif menyangkut banyak bangsa di banyak kawasan dunia. Aneka bangsa di kawasan dunia dewasa ini dapat dibedakan menjadi lima jenis yang terentang mulai dari yang maju sampai ke yang bangkrut. Lima jenis bangsa yang dimaksud adalah :

  1. Kelompok bangsa-bangsa maju dan makmur (developed country) sepe bangsa-bangsa yang ada di kawasan Eropa barat.
  2. Kelompok bangsa sedang berkembang (developing country) seperti bangsa-bangsa ASEAN, bangsa-bangsa Afrika bagian utara.
  3. Kelompok bangsa miskin atau terbelakang (under developing country) seperti Sri Langka, Banglades, Papua Nugini, Bolivia, dan Elsavador.
  4. Kelompok bangsa paling miskin (least developed conntry) seperti Timor Leste, Ethiopia, Zambia.
  5. Kelompok bangsa yang bangkrut (failed country) atau negara yang nyaris ambruk (the destitute country).

 


Comments